MANAJEMEN EKSPOR IMPOR


Ekspor impor adalah sebuah model perdagangan yang diperuntukkan bagi para pengusaha yang ingin meluaskan pasarnya hingga ke mancanegara. Ekpor impor juga digunakan oleh pemerintah dalam sebuah negara untuk saling menciptakan hubungan timbal balik atau saling membutuhkan, karena tidak semua Negara memiliki apa yang mereka butuhkan.
            Dalam bisnis terdapat tiga hal utama atau factor utama yang menentukan lancar atau tidaknya suatu bisnis:

1.      1. Kualitas
Kualitas adalah seberapa baik produk tersebut. Banyak faktor yang menentukan berkualitas atau tidak produk tersebut, mulai dari pemilihan bahan baku, teknologi, dan harga. Ketiga hal tersebut dapat menjadi acuan apakah produk tersebut berkuliatas atau tidak.

2.     2.  Harga
Harga merupakan faktor yang volatile, mudah berubah. Pemerintah berbagai negara termasuk Indonesia paling banyak memperhatikan soal harga yang sering dianggapnya sebagai satu-satunya kriteria yang akan mempengaruhi performans industri dan ekspor nasional pada umumnya. Harga ditentukan oleh kualitas bahan baku dan juga teknologi. Untuk ekspor biasanya sebuah perusahaan akan memilih bahan baku yang berkualitas tapi harga akan tetap diminimalisir.

3.      3. Waktu
Faktor yang juga sangat penting bahkan lebih penting dibandingkan dengan yang lain  adalah waktu atau ketepatan waktu pengiriman. Kadang factor ini dikesampingkan dalam perdagangan padahal sesungguhnya factor ini dapat menciptakan loyalitas konsumen. Jika dalam berdagang para pengusaha tidak mementingkan kecepatan pengiriman atau kecepatan pelayanan, konsumen akan merasakan ketidaknyamanan dalam membeli produk perusahaan tersebut yang menyebabkan ketidakpercayaan konsumen terhadap perusahaan.
Banyak hal yang dapat dipengaruhi akibat ketidaktepatan waktu dalam pengiriman barang ekspor. Contohnya saja dalam hal pengeluaran perusahaan karena efisiensi kerja seluruh perusahaan menjadi menurun akibat kehilangan kepercayaan konsumen.

Dalam ekspor impor ada hal yang harus dilakukan yaitu masalah transaksi atau bayar membayar. Hal ini tidak boleh dilupakan dalam berdagang karena ini hal yang utama terjadinya transaksi yang fair antara penjual dan pembeli.

Macam-macam pembayaran dalam perdagangan internasional:

1.      Letter of credit
Menurut Amir (2001) Letter of Credit itu adalah suatu surat yang dikeluarkan oleh bank devisa atas permintaan importir nasabah bank devisa bersangkutan dan ditujukan kepada eksportir diluar negri yang menjadi relasi dari importer tersebut. isi surat itu menyatakan bahwa eksportir penerima L/C diberi hak oleh importir untuk menarik wesel surat perintah untuk melunasi hutang atas importir yang bersangkutan untuk sejumlah yang disebut dalam surat itu.

2.      Pembayaran Tunai
Pembayaran tunai ini dilakukan bersama-sama dengan surat pesanan atau menunggu diterimanya kabar bahwa barang telah dikirim oleh eksportir.
Banyak kekurangan dari cara pembayaran tunai ini, salah satunya adalah importir menanggung beberapa macam resiko. yaitu resiko mengenai sesuai tidaknya barang yang akan datang dengan barang yang dipesan. Resiko keterlambatan barang dan resiko jujur atau tidaknya eksportir. Dengan demikian, cara seperti ini jarang dipakai oleh para pelaku perdagangan internasional.

3.      Konsiyasi (consignment)
Konsinyasi merupakan sistem pengiriman barang-barang ekspor pada importer di luar negeri di mana barang-barang tersebut dikirim oleh ekspotir sebagai titipan untuk dijualkan oleh importir dengan harga yang telah ditetapkan oleh eksportir, barang-barang yang tidak terjual akan dikembalikan kepada eksportir.
Dalam system ini, eksportir memegang hak milik atas barang, dan importer hanya memperjualkan produk eksportir. Hal ini terjadi karena belum adanya pembeli tertentu di luar negri. Penjualan dengan system konsinyasi merupakan proses penyerahan barang oleh pemilik barang kepada pihak lain yang bertindak sebagai agen penjual, namun hak kepemilikan atas barang tersebut tetap berada di tangan pemilik sampai barang tersebut telah dijual ke customer akhir oleh agen penjual.

4.      Pembayaran Kemudian (open account)
Sistem pembayaran ini mekanismenya dimulai dimana pihak eksportir mengirim barangnya lebih dahulu sebelum adanya pembayaran apapun dari pihak importir.

5.      Wesel Inkaso

Dalam system ini eksportir memiliki hak pengawasan barang-barang samapi weselnya (draft) dibayar importer. Eksportir atau penarik wesel (drawer) mengirim barang sementara dokumen pemilikan atas pengiriman barang secara langsung atau melalui banknya didalam dikirim ke bank importer diluar negri yang merupakan pihak tertarik dari wesel yang bersangkutan (drawee). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Hidup Selanjutnya

Praktek Kerja Lapangan di Perumnas Pusat

Tempat Paling Indah