Pendidikan untuk Rakyat Kecil Indonesia
Sebelum membahas tentang pendidikan untuk rakyat kecil Indonesia, ini alasan saya mengapa mengambil judul itu. Lihat betapa mirisnya pendidikan di Indonesia
Apakah pemerintah masih akan pura-pura buta dengan realitas ini?
Indonesia memiliki lebih dari 200 juta
penduduk dan Menurut Komisi Nasional
Perlindungan Anak pada tahun 2013 diperkirakan ada lebih dari 11,7 juta anak
usia sekolah di negeri ini yang belum bisa baca tulis alias buta aksara.
Anak yang putus sekolah atau tidak sekolah ini sudah dipastikan berasal dari
keluarga yang tidak mampu. Faktor Ekonomi adalah faktor yang sering sekali
menyebabkan anak putus sekolah atau tidak sekolah sama sekali. Keadaan inilah
yang harus segera diselesaikan pemegang kekuasaan di negeri ini, yaitu
pemerintah.
Pendidikan yang mahal
adalah alasan utama yang menyebabkan para orang tua memutuskan anaknya untuk
tidak bersekolah ataupun putus sekolah tidak pada wakktunya. Pendidikan mahal tapi
fasilitas tidak mumpuni? Apa itu adil? Mungkin
itu hal biasa untuk rakyat kalangan atas, karena itu tidak sama sekali menjadi
beban bagi mereka, tapi sangat menjadi beban untuk kalangan bawah.
Banyak daerah di Indonesia
yang belum tersentuh dengan pendidikan, wilayah timur Indonesia adalah wilayah
yang hampir sangat minim fasilitas pendidikan di negara yang memiliki sila
keadilan sosial ini. Yaaa adil untuk kalangan atas mungkin. Sebagai warga Indonesia
dan mahasiswa saya sangat perihatin dengan pendidikan di Indonesia, secara
keseluruhan. Dimana tangan-tangan pemerintah yang sangat berperan untuk
rakyatnya, dimana tangan yang katanya wakil rakyat? Tapi saya tau peran
warganya dalam membantu sesama juga berperan, tapi apalah kita tanpa dukungan
pemerintah. Pemerintah adalah yang mempunyai kebijakan dan yang bisa
menjalankan kebijakan itu.
Lihat gambar yang saya
posting, begitu buruk gambaran fasilitas pendidikan kita, kita tahu faktor
lingkungan adalah faktor penting untuk jadi apa kita, tapi lihat begitu
buruknya fasilitas yang diberikan untuk para penerus bangsa yang akan membawa Indonesia
dimasa depan. Fasilitas menuju gerbang pendidikan, fasilitas ruangan, itu yang
seharusnya pemerintah berikan untuk mereka. Mereka hanyalah seorang anak-anak
yang tak mengerti apa-apa dalam hal itu. Mereka hanya seperti sebuah boneka
yang tak terurus. Boneka yang ingin mengetahui apa itu arti kehidupan dan
isinya. Jujur saya ingin sekali tahu, apakah pemerintah tahu keadaan mereka,
mengapa mereka diam saja dengan nasib anak-anak bangsa yang tidak beruntung
dalam hal pendidikan? Sepertinya para pejabat pemerintah harus berasal dari
kalangan mereka terlebih dahulu.
Anak-anak yang tidak
bersekolah atau putus sekolah akan lebih memilih untuk bekerja, entah kemauan
mereka sendiri atau orang tua. Pekerjaan merekalah yang harus diperhatikan. Saya
sangat sering melihat anak-anak dibawah umur bekerja pada hari kerja di bus
yang saya tumpangi setiap harinya, sebagai pengamen, pedagang kaki lima. Dimana
seharusnya seumuran mereka bersekolah dan bermain tapi mereka tidak merasakan
itu. Saya tahu itu adalah pekerjaan halal, tapi di umur mereka yang seharusnya
berada di bangku sekolah, mereka harus mencari nafkah untuk keluarga padahal
itu bukanlah kewajibannya. Apakah anak-anak yang berasal dari keluarga tak
mampu akan terus melanjutkan ketidakmampuan orang tuanya, apakah miskin akan
selalu miskin. Kaya akan selalu kaya.
Pola pikir orang tua yang tak mampu dalam materi
harus segera diperbaiki. Pola pikir orang tua yang menganggap pendidikan tidak
penting untuk anak mereka harus segera diubah, jika tidak maka itu akan
mendarah daging pada anak dari anak-anak mereka kelak. Jika tidak diselesaikan
masalah pola pikir orang tua, maka Indonesia akan memiliki banyak sekali
pengangguran, bagaimana tidak MEA akan datang pada tahun 2015 dan pemuda kita
akan segera bersaing dengan para pemuda dari negara ASEAN yang bisa dibilang
kemampuan mereka lebih terasah.
Pendidikan untuk rakyat kecil itu seperti apasih?
Hanya dengan memperbaiki fasilitas hingga layak saja sudah sangat membantu
dalam kenyamanan belajar. Pemerataan pendidikan dari wilayah barat hingga timur
Indonesia. Kesenjangan pendidikan, di Indonesia sangatlah terlihat. Inilah PR
yang harus segera dikerjakan oleh kabinet kerja jokowi-jk, kita lihat saja
kerja mereka untuk rakyat Indonesia, terutama untuk anak-anak Indonesia yang
ingin mengetahui dunia.
#hidup rakyat indonesia



Komentar
Posting Komentar