Anak Jalanan

Saya berkuliah di UNJ yang terletak di Rawamangun. Setiap hari saya pergi kesana dengan menaiki transportasi umum yaitu bis mayasari bakti hehe tepatnya bis 98 kearah pulo gadung.  Bis ini tidak pernah sepi dari Mahasiswa kecuali hari libur. Tapi yang sangat menyebalkan dari bis ini adalah ngetemnya bisa sampai setengah jam. Oke sekarang mulai masuk ke topic yang sebenarnya yaitu Anak Jalanan hehe saya terinspirasi untuk menulis anak jalanan dari kampung rambutan, tempat dimana saya menunggu bis untuk pergi ke kampus.
Anak Jalanan… apa yang terpikirkan oleh anda ketika mendengar kata anak jalanan. Ya mereka tidak sekolah, berada di jalanan pastinya sesuai namanya, mereka berpakaian tidak bagus, yaa penampilan mereka dari segi fisik pun tidak bagus. Yang menyebabkan mereka seperti itu pastinya karena mereka tidak memiliki uang untuk memperbaiki diri, seperti membeli baju baru. Tapi lingkungan juga mempengaruhi mereka.
Setiap pagi saya selalu melihat mereka, ada yang mengamen, jadi kenek bis, dijalan berkerumunan entah mereka sedang apa, ada yang berjualan makanan. Yaa itu mereka anak jalanan, mereka yang tak terurus oleh orang tua mereka yang bisa dibilang tidak mampu dalam segi financial. Hal ini sangat berkaitan dengan peran pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat terutama anak-anak yang termasuk sebagai penerus bangsa ini. Anak jalanan akan terus bertambah jika Pemerintah tidak mempunyai solusi dalam menyelesaikan masalah ketidakmerataan dalam pendidikan.
                Kementerian Sosial RI memperkirakan jumlah anak jalanan pada tahun 2011 mencapai angka 4.000 jiwa. Bayangkan berapa jumlah anak jalanan pada tahun 2014, pasti lebih banyak, karena memang Indonesia belum ada program yang bisa dipercaya untuk menghilangkan anak-anak jalanan.
                Lanjut nanti deh ahhaha


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Hidup Selanjutnya

Praktek Kerja Lapangan di Perumnas Pusat

Tempat Paling Indah